Menaker: Norma K3 Untuk Ciptakan Situasi Sehat dan Aman Kerja

Norma Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sangat penting dilaksanakan , untuk menciptakan situasi kerja yang aman, tenteram dan sehat sehingga dapat mendorong produktivitas kerja.

Menteri Tenaga Kerja M. Hanif Dakhiri mengatakan, Pekerja memegang peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan sebuah perusahaan. Sehubungan dengan itu sudah sepatutnya perusahaan memberi perhatian lebih terhadap kondisi pekerja dan berusaha secara maksimal guna mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan kerja.

“Kualitas pekerja mempunyai korelasi yang erat dengan kecelakaan kerja, sedangkan kecelakaan kerja erat kaitannya dengan produktivitas sehingga program K3 sangat mempengaruhi program pengembangan sumber daya manusia,” jelas Menaker dalam keterangan tertulisnya usai Acara Peringatan Bulan K3 di Balikpapan, Kalimantan Timur, akhir pekan ini.

Dalam acara yang dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur Mukmin Faisyal dan Walikota Balikpapan Rizal Effendi, Hanif menambahkan, Pelaksanaan norma K3 sebagai bagian dari pelaksanaan hak asasi manusia berdasarkan nilai-nilai keadilan, keterbukaan dan demokrasi, maka pelaksanaan penerapan K3 mutlak harus dilaksanakan secara fair dan seimbang.

“Dengan program pengembangan SDM yang bagus pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang terintegrasi dengan Sistem Manajemen Perusahaan,” ujarnya.

Sistem Manajemen K3 (SMK3), lanjutnya,  adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

“Kondisi pasar global mendorong konsumen menghendaki adanya proses produksi yang memenuhi syarat melalui pemenuhan ISO 9001 series, ISO 14000 series, OHSAS 18000 series dan SMK3. Tuntutan tersebut menjadi  tantangan sekaligus peluang dalam meraih keberhasilan perdagangan global,” kata Hanif.

Indonesia saat ini telah terlibat dalam enam skema kawasan perdagangan bebas, yaitu: ASEAN Free Trade Area;  ASEAN China FTA;  ASEAN Korea FTA;  ASEAN – India FTA;  ASEAN – Autralia – New Zealand FTA;  Indonesia – Japan Economic Partnership Agreement dan yang saat ini sedang sama-sama kita hadapi yaitu MEA.

Hal ini mengakibatkan adanya tuntutan kepada para pengusaha agar terpenuhi dan terwujudnya SDM yang profesional, demikian juga terhadap SDM K3 tuntutan masyarakat baik nasional maupun internasional untuk menggunakan produk yang aman dan ramah lingkungan.

Peninkatan Mobilisasi Tenaga Kerja

Dengan pemberlakuan MEA,  akan terjadi peningkatan mobilisasi tenaga kerja kompeten, baik TKI yang akan bekerja di negara-negara ASEAN maupun tenaga kerja yang berasal dari negara-negara ASEAN yang akan bekerja di Indonesia dalam frame Mutual Recognition Arrangement (MRA).

Karena itu, lanjutnya, peran lembaga pelatihan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi pekerja lokal. Jurus yang penting dalam menghadapi MEA adalah percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja, percepatan sertifikasi kompetensi, dan pengendalian tenaga kerja asing.

Pemerintah berkepentingan untuk menjaga kelangsungan bekerja dan berusaha guna mencegah dan mengurangi terjadinya pengangguran dan tentunya juga terjadinya kecelakaan, penyakit akibat kerja, peledakan, kebakaran dan pencemaran lingkungan selalu di kedepankan pembinaan bagi pengusaha, manajemen dan pekerja.

Serta pengawasan terhadap obyek pengawasan yang berkaitan dengan peralatan, bahan berbahaya dan beracun, lingkungan kerja, sifat pekerjaan, cara kerja dan proses produksi yang diintegrasikan ke dalam Sistem Manajemen K3.

Oleh karena itu, dengan penyelenggaraan kegiatan ini Menaker berharap kepada semua pihak yang terkait untuk segera memberikan masukan-masukan yang inovatif dalam rangka mengisi kekurangan-kekurangan dan permasalahan-permasalahan dalam pelaksanaan K3. (Tri/win)

Sumber: http://poskotanews.com/2016/02/13/menaker-pekerja-pegang-peranan-keberlangsungan-perusahaan/

Bagikan Artikel ini: